Header Ads

Header ADS

NGANJUK MUSIM KEMARAU RENTAN KEBAKARAN, 2 UNIT POM MINI HANGUS, DAMKAR SIAPKAN UNIT PANTAU

Nganjuk, Pojok Kiri, Wilayah Indonesia sebanyak 51,2 persen sudah memasuki musim kemarau  tidak terkecuali Kabupaten Nganjuk, akan tetapi menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) sebagaimana hasil analisisnya, kemarau kali ini cendrung lebih basah (diatas normal). Hal ini didukung  oleh kondisi 3 indikator atau kondisi atmosfer yang ada diantaranya, Kondisi Enso netral, IOD plus kembali netral dan Suhu muka laut.

Meski demikian, kewaspadaan adanya potensi kekeringan tetap perlu ditingkatkan, lebih-lebih potensi kecepatan angin di wilayah Kabupaten Nganjuk yang dikenal dengan Kota angin untuk lebih diwaspadai. Karena gerak udara nisbi pada permukaan bumi pada arah horisontal terjadi disebabkan adanya perbedaan tekanan antara dua tempat (gaya gradien).

Pola angin yang berubah-ubah dan gerak angin yang cepat di wilayah Kabupaten Nganjuk perlu diwaspadai, karena hal ini sebagai salah satu pemicu tertinggi kebakaran di wilayah kota angin ini dan sekitarnya. Sebagaimana yang disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Abdul Wakhid yang juga membawahi Unit Damkar Kabupaten Nganjuk menjelaskan, Kebiasan masyarakat membuat diang (perapian untuk hewan) perlu adanya pengawasan ekstra, karena penyebab kebakaran tertinggi di Nganjuk akibat hal tersebut.

"Sekarang sudah masuk musim kemarau, yang berarti tingkat pergerakan angin lebih cepat. Masyarakat perlu lebih berhati-hati, karena tingkat kebakaran akan lebih tinggi. Sedangkan untuk melakukan pembakaran sampah atau membuat diang agar dijaga supaya bara api tidak mengenai barang-barang lain yang muda terbakar, juga pada instalasi listrik, untuk dilakukan pengecekan dan apabila ada kabel atau sebagainya yang rentan mengeluarkan percikan api untuk segera dilakukan pergantian," kata Kasatpol PP Wakhid.

Masih menurut Kasatpol PP Wakhid, kalau sampai terjadi kelalaian dalam pengecekan instalasi listrik resikonya akan menyebabkan kebakaran, seperti yang terjadi di dua unit POM mini dan Ruko Milik Choirul Anam 50 tahun di Dusun Kedungceleng Desa Ketawang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk, Selasa 07/07/2020 sekira pukul 12.30 WIB yang ludes di lalap si jago merah.

Sedangkan dugaan penyebab kebakaran itu sendiri, akibat konsleting listrik pada alat pengisian BBM (rotak). Sehingga BBM jenis Pertalite sebanyak 500 liter, olie dagangan, diesel dan uang tunai senilai Rp. 45 juta ikut hangus terbakar. Dan total kerugian yang dialami oleh korban diperkirakan mencapai Rp. 219 juta. Karena itu diperlukan adanya kesadaran masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan dan pengawasan secara berkala di bidang yang rentan terjadinya kebakaran.

"Unit Damkar untuk memberikan penanganan cepat terhadap kasus kebakaran di wilayah yang saat ini sulit dijangkau dengan cepat, seperti Kecamatan Gondang Lengkong, Patianrowo dan Jatikalen,  sudah kami dirikan unit pantau Damkar, hanya saja, saat ini masih masuk taraf persiapan pembukaan di Kecamatan Lengkong. Lokasi ini diambil karena posisinya pas berada di tengah-tengah wilayah tersebut. Sedangkan untuk pengoperasiannya mulai bulan Agustus besuk," tutur Kasatpol PP Abdul Wakhid pada media ini diruang kerjanya, 08/07/2020, siang. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.