Header Ads

Header ADS

BUPATI NGANJUK SIAPKAN SANGSI BAGI PELANGGAR MASKER

Nganjuk, Pojok Kiri, Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19, Bupati Nganjuk akan mewajibkan semua warga masyarakat yang keluar rumah atau bekerja untuk memakai masker sebagaimana ketentuan protokol kesehatan. Dan apabila masyarakat melanggar akan diberi sangsi kepada siapa saja yang tidak patuh. Hal ini sebagaimana pernyataan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat saat memberikan laporan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

“Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah. Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan menjatuhkan sanksi kepada siapa saja yang tidak memakai masker, mulai dari sangsi administrasi hingga denda kepada semua pihak yang melanggar protokol kesehatan,” kata Bupati Novi.

Masih menurut, Bupati Novi, pihaknya telah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang kewajiban penggunaan masker dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nganjuk yang akan diberlakukan secara efektif mulai September mendatang. 

Bahkan pihaknya juga menginstruksikan kepada pimpinan instansi vertikal dan OPD di Pemkab Nganjuk, direktur BUMN/BUMD, Camat, dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Nganjuk agar mewajibkan, seluruh stafnya memakai masker dalam bekerja maupun beraktifitas di luar rumah. Selain itu perusahaan swasta juga diberlakukan aturan yang sama terkait protokol kesehatan.

Terkait jenis masker, diperbolehkan menggunakan masker bedah, maupun masker kain. Penggunaan masker kain harus dicuci dengan bersih agar dapat dipakai kembali. Untuk proses penegakan aturan, Bupati Nganjuk akan berkoordinasi dengan aparat TNI/Polri dan personil Satpol PP. Di samping itu tokoh masyarakat, dan Ketua RT/RW diharapkan ikut berperan dalam mengingatkan warga agar mematuhinya. "Alat yang paling efektif dalam pencegahan penularan Covid-19 adalah memakai masker," tegas Bupati Novi.

Di tempat yang sama di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk melakukan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan alumni pasien Covid 19. Karena peran dari alumni tersebut dalam rangka melakukan pemahaman tentang pandemi kepada masyarakat di semua lapisan. Sehingga ada edukasi dari orang yang mengalami secara langsung menjadi pasien yang terpapar covid 19. Ini akan lebih efektif dan rasional, sebab yang menyampaikan adalah mantan pasien. “Di tingkat Provinsi telah dibentuk alumni pasien Covid 19 yang saat ini memberikan edukasi di beberapa kampung tangguh dan perusahaan swasta terkait bahaya Covid 19 dan pola pencegahannya,” terang Gubernur Khofifah. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.