Header Ads

Header ADS

CABANG DISDIK PROVINSI JATIM WILAYAH NGANJUK BERI IJIN 3 SEKOLAH LAKUKAN KBM TATAP MUKA

Kepala Cabang Disdik Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk, Edy Sukarno dan KBM di SMKN 1 Tanjunganom sebelum pandemi Covid-19.


Nganjuk, Pojok Kiri, Pemerintah Kabupaten Nganjuk mendukung penuh program uji coba pendidikan sistem tatap muka untuk jenjang SMA/SMK/SLB. Sebagaimana Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur No. 420/11350/101.1/2020 tentang Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Jenjang SMA/SMK/SLB terhitung mulai 18 Agustus 2020. Ini dimaksud karena keinginan dan antusiasme yang tinggi dari peserta didik dan orang tua didik agar segera bisa kembali ke bangku sekolah.

Disisi lain karena sistem pembelajaran jarak jauh yang selama ini diterapkan banyak terjadi kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana peserta didik yang kurang mampu hingga jaringan internet yang tidak merata. Pertimbangan inilah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jatim dengan diberlakukannya uji coba pembelajaran tatap muka karena pola pikir peserta didik SMA/SMK, lebih mampu dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Nganjuk Edy Sukarno menjelaskan, untuk uji coba tahap pertama yang melakukan kegiatan belajar tatap muka baru tiga sekolah yaitu SMAN 2 Nganjuk, SMKN 1 Tanjunganom dan SMALB Panti Kosala Veteran Nganjuk, dengan sistem terbatas, bersyarat dan bertahap. Terbatas adalah tiap kelas hanya boleh diisi dibawah 30 persen dari jumlah peserta didik satu kelas.

"Untuk wilayah Nganjuk untuk satu kelas hanya boleh diisi 12 siswa saja, jumlah tersebut bisa tidak dipenuhi apabila ada orang tua siswa yang keberatan anaknya masuk sekolah dahulu, dan tidak ada kantin serta siswa setelah ikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas harus langsung pulang," kata Edy Sukarno.

Masih sebagaimana penjelasan Edy Sukarno, dalam pelaksanaan uji coba kegiatan belajar tatap muka terbatas tersebut, sekolah harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Ini dikarenakan keselamatan dan kesehatan siswa serta tenaga pengajar sangat diutamakan. Dengan demikian, untuk sementara hanya di tiga sekolah tingkat atas di Kabupaten Nganjuk tersebut yang diberikan izin melakukan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) terbatas tatap muka karena dinilai telah siap dengan penerapan protokol kesehatan covid-19 mulai tanggal 18 Agustus 2020 nanti. 

Disamping itu pihak sekolah hanya boleh melaksanakan KBM tatap muka antara 2- 3 jam saja. Demikian juga dengan materi pembelajaran tidak boleh seperti biasa, melainkan materi pendidikan untuk ketahanan mental dan fisik untuk menghadapi covid-19. "Sedang untuk sekolah yang lain bisa menunggu dua pekan dahulu untuk uji coba menyiapkan KBM tatap muka terbatas, dan itupun harus dilakukan kajian dan mendapat persetujuan dari tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19," ucap Edy Sukarno.

Disisi lain Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno juga menambahkan, dalam uji coba KBM tatap muka terbatas pendidikan tingkat Menengah Atas tersebut masih terjadi pro kontra pada orang tua siswa. Dimana ada orang tua siswa yang menginginkan KBM tatap muka dan ada orang tua yang tidak menghendaki ada KBM tatap muka ditengah Pandemi Covid-19. Untuk itu pihaknya memprosentase KBM secara daring sebesar 70 persen dan 30 persen di sekolah namun tetap harus memperhatikan kondisi dan situasi covid-19 di setiap daerah.

"Tentunya orang tua memiliki hak prerogatif atas anaknya untuk membolehkan mengikuti KBM di sekolah atau KBM secara Daring. Yang jelas di tengah pandemi covid-19 sekarang ini tidak boleh ada pemaksaan terkait kegiatan belajar mengajar siswa," tutur Edy Sukarno diruang kerjanya, 12/08/2020.

Sedangkan sebelumnya, Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi berharap, dengan diterapkannya sistem kegiatan belajar tatap muka jenjang SMA/SMK/SLB harus tetap mengedepankan protokol kesehatan disamping persiapan sarana dan prasarana harus disiapkan pihak sekolah, mulai dari, masker, alat cuci tangan, disenfektan, pengukur suhu tubuh dan lain sebaganya. Begitupun untuk tempat ibadah, peserta didik wajib bawah perlengkapan sendiri dan jangan sampai bergantian.

"Kegiatan belajar tatap muka baru sebatas uji coba, jadi diperlukan kehati-hatian terhadap virus Corona, jangan sampai ada cluster baru. Karena itu nanti ada evaluasi tiap dua Minggu sebagaimana kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, sehingga kegiatan uji coba ini dapat berjalan dengan baik dan tidak berisiko terhadap kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik," tandas Wakil Bupati Marhaen pada media ini. (Ind)

1 comment:

  1. Maaf izin coment penulisan untuk jenjang slb smalb panti kosala veteran nganjuk perlu dicoreksi menjadi SMALB SHANTI KOSALA MAS TRIP trims admin

    ReplyDelete

Powered by Blogger.