Header Ads

Header ADS

DIDUGA SALAH SATU ANGGOTA DPRD NGANJUK POSITIF COVID-19

Nganjuk, Pojok Kiri, Diduga ada satu anggota DPRD Kabupaten Nganjuk positif Covid-19. Hal ini dihembuskan oleh satu dokter yang namanya tidak mau disebutkan dan bekerja di salah Rumah Sakit di Kabupaten Nganjuk. Sedangkan wakil rakyat ini sekarang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. 

Sedangkan menurut keterangan Tatit Heru Tjahjono Ketua DPRD Nganjuk menjelaskan, kalau satu anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, sepengetahuannya belum dinyatakan positif tapi masih diketahui reaktif setelah dia menjalani rapid test di RSUD Nganjuk. Anggota DPRD ini, memang benar saat ini sedang menjalani isolasi (karantina) mandiri di rumahnya di Kecamatan Nganjuk.  "Semua orang bisa terpapar virus corona ini, bahkan dari profesi apapun. Termasuk anggota legislatif, salah satu di antara yang reaktif ini memang ada legislatif yang reaktif," papar Tatit Heru Tjahjono, Ketua DPRD saat ditemui di ruang kerjanya.
Tatit juga menjelaskan kalau anggota dewan tersebut, telah diminta untuk memisahkan diri dan melakukan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan di rumahnya. "Untuk menunggu hasil swab, kita anjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Ini sifatnya screening dan proses pencegahan dini," kata Tatit. 
Dijelaskan pula, sebelum dinyatakan reaktif anggota dewan tersebut telah menjalani perawatan selama kurang lebih lima hari di RSUD Nganjuk. Namun anggota dewan tersebut dirawat bukan karena covid 19, melainkan sakit Paru-paru yang dideritanya sejak lama. Saat dilakukan pemeriksaan mendalam soal penyakitnya, oleh pihak RS juga dilakukan tes rapid maka diketahui anggota dewan tersebut dinyatakan reaktif.
Tapi karena tdak ingin dirawat di RSUD Nganjuk, maka anggota DPRD yang dinyatakan reaktif tersebut memilih melakukan karantina mandiri di rumahnya. Karena selain statusnya masih reaktif, penyakit paru-parunya juga telah dinyatakan sembuh. Maka pihaknya melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan untuk melakukan pencegahan penyebaran covid-19 sesuai protokol kesehatan.
Karena itu, ada petugas khusus dari Puskesmas dan RSUD Nganjuk yang memantau kesehatan anggota dewan yang dinyatakan reaktif tersebut. Saya sudah menghubungi Kadis Kesehatan dan dokter yang merawat dan keduanya menyatakan tidak ada masalah jika anggota dewan yang dinyatakan reaktif tersebut melakukan karantina mandiri di rumah, tegas Tatit Heru.
Tatit Heru kepada anggota dewan tersebut juga telah menyarankan untuk sementara tidak masuk kantor dan tidak mengikuti kegiatan di DPRD Nganjuk. Baru setelah hasil tes swabnya dinyatakan negatif maka dapat kembali mengikuti agenda kegiatan DPRD Nganjuk. Terkait dengan status reaktif salah satu anggota DPRD Nganjuk, Tatit belum merencanakan untuk menutup kantor DPRD atau menghentikan seluruh agenda kegiatan DPRD. Sebelum dinyatakan reaktif, yang bersangkutan juga tidak pernah masuk karena sakit. Karena itu kami belum ada rencana untuk mensterilkan kantor DPRD atau menghentikan agenda kegiatan DPRD, pungkas Tatit Heru Tjahjono.        
Sekedar diketahui, rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh. Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi Covid-19 di dalam tubuh. Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode polymerase chain reaction (PCR). 
Hasil dari rapid test adalah reaktif, ini maksudnya ada reaksi terhadap keberadaan antibodi. Atau non reaktif  yang artinya tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi. Jika hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab covid-19.(Ind)

No comments

Powered by Blogger.