Header Ads

Header ADS

DIJEBLOSKAN KE BUI DUA WARGA KERTOSONO PELAKU SABU DAN DUA WARGA LENGKONG PELAKU PIL KOPLO

Foto atas dua pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu asal kecamatan Kertosono dan bawah dua pelaku pil koplo asal Kecamatan Lengkong.

Nganjuk, Pojok Kiri, Terus ciptakan wilayah hukum Polres Nganjuk bebas peredaran penyalahgunaan narkoba, tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk seakan mempunyai delapan mata dengan empat telinga acap kali berhasil menggagalkan transaksi barang haram tersebut. Seperti pada penangkapan dua budak sabu secara beruntun yang dilakukan oleh satuan reserse narkoba dibawah pimpinan Iptu Pujo Santoso di sebuah SPBU Desa Nglundo Kecamatan Sukomoro dan unit Reskrim Polsek Lengkong juga berhasil menangkap dua budak pil koplo di lapangan Desa Ketandan Kecamatan Lengkong.

Berawal dari sinergitas lintas sektoral yang semakin tinggi, Satresnarkoba dengan mudah mendapatkan informasi terkait ruang gerak para pelaku kriminal khususnya narkoba. Seperti pada penangkapan Yudhistira Bella Lesmana (YBL) 23 tahun yang bekerja sebagai karyawan Bengkel Las dan Mochammad Hadi Sunarko (MHS) 40 tahun, penjual kopi, keduanya warga Kelurahan Banaran Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk (pengedar sabu) pada 19/08/2020.

Dan dua orang lainnya pengedar pil Dobel L, berasal dari Kecamatan Lengkong, yaitu, Rizki Eko Arfiandi (REA) 22 tahun asal Dusun Dukuh Desa Ketandan dan Pujirianto (Pjr) 29 tahun asal Desa Ngringin. Kali ini yang berhasil mengamankan adalah unit Reskrim Polsek Lengkong di lapangan Dusun Dukuh Desa Ketandan Kecamatan Lengkong  Kabupaten Nganjuk, Sabtu, 22/08/2020.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara menjelaskan, keberhasilan dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika, berawal dari informasi masyarakat yang menginginkan wilayahnya bebas dari peredaran barang haram yang dapat mengancam keberlangsungan generasi penerus bangsa dan Polres Nganjuk yang ingin ciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya. "Informasi terkait, akan terjadi transaksi sabu-sabu di sekitaran wilayah Kecamatan Sukomoro, tim Rajawali 19 Satresnarkoba langsung menindaklanjuti dengan penyidikan," jelas Rony Yunimantara.

Sedangkan dari hasil penyelidikan, tim Rajawali 19 Satresnarkoba mendapati seorang pemuda dengan gerak-gerik mencurigakan di sebelah Timur SPBU Desa Nglundo. Melihat gelagat yang tidak wajar, pihaknya tanpa menunggu lama langsung melakukan penggeledahan pada orang tersebut dan kedapatan membawa satu klip plastik berisi sabu 1,15 gram di tangan kiri YBL.

"Demikian juga, unit Reskrim Polsek Lengkong, saat patroli, melihat ada dua pemuda yang mencurigakan, pihaknya langsung lakukan penggeledahan dan temukan 7 butir pil jenis dobel L dari tangan pelaku. Setelah lakukan pengembangan perkara, Pjr mengaku mendapatkan pil tersebut dari REA. Dengan cepat unit Reskrim mengamankan pelaku kedua dan berhasil mengamankan barang bukti berupa 99 butir pil jenis dobel L,” kata Rony

Sedangka tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk yang mendengar pengakuan pelaku, bergegas mendatangi warung kopi tempat tersangka MHS. Di sana tidak ditemukan sabu tetapi petugas mendapati handphone milik tersangka yang berisi bukti komunikasi transaksi sabu dengan pelaku pertama.

"Kedua tersangka dari Kertosono (kasus sabu) terancam UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun. Sedangkan dua tersangka lainnya dari Kecamatan Lengkong (kasus pil dobel L) telah melanggar Pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sementara untuk proses hukum lebih lanjut kedua pelaku sabu diamankan di Mapolres Nganjuk, dan pelaku pil dobel L di Mapolsek Lengkong" tandas Kasubag Humas Polres Nganjuk Iptu Rony Yunimantara, 23/08/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.