Header Ads

Header ADS

DUA TAHUN MENGHILANG DPO CURWAN BERHASIL DITANGKAP RESMOB POLRES NGANJUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Setelah lama tidak kedengaran namanya dan kelihatan batang hidungnya Roni Alex Walang Etan warga Desa Pandean Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Nganjuk, kini kembali berhadapan dengan aparat penegak hukum (APH) Nganjuk akibat kasus pencurian hewan (Curwan) dan mesin diesel pada dua tahun lalu yang dilakukannya bersama sejumlah teman-temannya yang terlebih dahulu tertangkap dan sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk.

Hal ini sebagaimana yang diungkap oleh Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk, kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka DPO, sekurangnya 6 (enam) laporan Polisi terkait aksi pencurian yang dilakukan oleh tersangka dan teman-temanya. Diantaranya empat laporan pencurian ternak sapi dan dua laporan pencurian diesel yang diterima sejumlah Polsek di Polres Nganjuk.

"Dua laporan pencurian di wilayah hukum Polsek Bagor, dan masing-masing satu laporan pencurian di wilayah hukum Polsek Wilangan, Patianrowo, Warujayeng, serta Lengkong yang kesemuanya dilakukan tersangka besama teman-temanya," ungkap Kasubag Humas Rony Yunimantara.

Masih menurut penjelasan Kasubag Humas Rony Yunimantara, penangkapan terhadap Roni Alex Walang Etan DPO tersangka pencurian dua tahun lalu yang tidak menghilangkan kasus pidananya, setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, akan kepulangan tersangka ke rumah orang tuanya di Desa Pandean Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Mendapat informasi tersebut, jajaran Resmob langsung bergerak cepat melakukan pengintaian. Dan ternyata benar DPO Polres kasus pencurian ternak sapi dan diesel sedang berada di rumah orang tuanya.

"Unit Resmob yang mengetahui DPO tersangka curwan dan diesel berada di rumah orang tuanya, dengan cekatan langsung melakukan penangkapan terhadap DPO tersebut tanpa ada perlawanan yang berarti. Tersangka saat itu juga diamankan di Mapolres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut," ucap Kasubag Humas Iptu Rony Yunimantara.

DPO tersanka pencurian tersebut, tambah Kasubag Humas Rony Yunimantara, akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara. Sedangkan untuk barang bukti masing-masing satu ekor Sapi betina Jenis Bramus, dua ekor sapi jenis brahman paegon, satu  ekor sapi warna merah agak keputihan, dan dua diesel traktor merk Kubota telah disita dan diputus dalam persidangan di PN Nganjuk untuk teman-teman tersangka pencurian.

"Kasus pencurian tersebut terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2018 lalu, dimana sejumlah tersangka telah diamankan dan diajukan ke sidang vonis di PN Nganjuk. Dan satu DPO itu yang baru tertangkap saat ini," tutur Kasubag Humas Polres Nganjuk Rony Yunimantara, Kamis, 06/08/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.