Header Ads

Header ADS

ENAM RIBU LEBIH THL NGANJUK, BAGAIMANA NASIBMU NANTI

Suprapto, SPd, SH, MH anggota Komisi I DPRD Nganjuk, dr. Achmad Noeroel Cholis, Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk/Plt Dirut RSUD Kertosono dan Dr. sopingi, AP, MM Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk.


Nganjuk, Pojok Kiri, Dengan adanya penghapusan tenaga honorer, pegawai tetap/tidak tetap dan lainnya dari organisasi kepegawaian pemerintah oleh Kementerian PAN-RB dan BKN sebagaimana yang diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomer 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dengan tegas menyatakan istilah tenaga honorer atau Tenaga Harian Lepas (THL) tidak ada dan yang ada hanya Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)

Anggota komisi 1 DPRD Kabupaten Nganjuk, Suprapto, SPd, SH, MH, mengatakan, banyaknya sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melakukan perekrutan THL bisa dipandang liar, lantaran Pemerintah Daerah belum memiliki regulasi yang jelas terkait mekanisme tersebut. Karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus segera melakukan pembentukan panitia seleksi (Pansel) dan melakukan serangkaian tahapan rekrutmen P3K atau open bidding. Sedangkan OPD sebagai pihak yang mengajukan untuk segera berkoordinasi dengan Badan Kepagawaian Daerah (BKD) dan diketahui Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Jenderal ASN.

"Selama ini perekrutan THL, seolah adalah kewenangan OPD, sehingga tidak menutup kemungkinan tidak terdata di BKD. Hal ini mungkin OPD merasa kekurangan tenaga kerja dan merasa punya anggaran sendiri, maka langsung saja merekrut. Sehingga Jenderal ASN yang mempunyai tanggungjawab soal kepegawaian di pemerintahan tidak tahu, hal ini akan menjadi preseden buruk di pemerintahan kita," kata Suprapto politisi Gerindra, 20/08/2020.

Sebelumnya, ditempat terpisah dr. Achmad Noeroel Cholis Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk yang juga sebagai Plt Dirut RSUD Kertosono mengatakan, penghapusan THL, membuat pihaknya harus mengusulkan rekrutmen P3K di lingkungan RSUD Kertosono ke BKD Nganjuk. Karena selama ini, untuk mengisi kekosongan tenaga, pihaknya masih menggunakan 106 THL. Langkah ini diambil karena kemaren dituntut dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di lingkup RSUD Kertosono.

"Kami telah mengusulkan pengadaan P3K ke BKD tidak hanya RSUD Kertosono tapi juga di Dinas Kesehatan. Dan informasi yang kami terima dari BKD, usulan kami tinggal nunggu surat dari Kementerian PAN-RB dan BKN. Doakan saja dalam waktu dekat, sudah dapat melaksanakan rekrutmen P3K," jelas Achmad Noeroel Cholis diruang kerjanya kemaren.

Kepala BKD Kabupaten Nganjuk, Dr. Sopingi, AP, MM, membenarkan kalau pihaknya telah mengajukan pengadaan P3K, hanya saja sampai saat ini disamping menunggu juknis terkait aturan baru dari Kementerian PAN-RB dan BKN juga tetap melakukan pengkajian akan hal itu. Disamping itu dirinya juga mengakui di sejumlah OPD melakukan perekrutan dilatarbelakangi kurangnya pegawai dan kurang idealnya jumlah PNS yang bertugas di lingkungan Pemkab.

Disisi lain, perekrutan THL oleh OPD banyak yang bertugas dalam kurun waktu tertentu, yaitu sekian bulan atau per-tahun sebagaimana kebutuhan program tersebut. Karena itu, pihaknya akan menyusun regulasi spesifik dalam mengatur mekanisme perekrutan THL sebagai bentuk perbaikan yang lebih bagus yang akhirnya tahu bagaimana cara mengatur hubungan kerja antar OPD serta dapat terinventarisir jumlah THL di tiap OPD, termasuk RSUD. Hal ini dilakukan apabila nanti anggaran pengadaan P3K tidak mencukupi.

"Jumlah THL yang ada di lingkungan Pemkab sekitar 6 ribu lebih, termasuk tenaga pendidik, kesehatan dan sebagainya, dari jumlah itu, Pemkab sesungguhnya masih kekurangan pegawai sebanyak 2 ribu orang. Karena itu kami berharap dalam anggaran PAK semua bisa terakomodir, tapi seandainya tidak mencukupi, nanti bisa dianggarkan lagi pada anggaran  tahun 2021 dan seterusnya sampai semuanya tercover. Sedangkan untuk para THL nantinya bisa ikut rekrutmen P3K agar statusnya menjadi lebih jelas," tutur Dr. Sopingi, AP, MM pada media ini kemaren. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.