Header Ads

Header ADS

GARASI RUMAH BUPATI KEDIRI DILEMPAR PETASAN TERTANGKAP CCTV

Kediri, Pojok Kiri, Kediaman Bupati Kediri dilempar petasan oleh dua orang tidak dikenal pada Minggu, 16/08/2020 dini hari. Dugaan sementara atas teror tersebut sebagaimana hasil temuan kepolisian setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan selongsong kembang api berukuran sekitar 80 cm dan terdapat tulisan ancaman dengan mencatut salah satu organisasi.

Pelaku yang sempat terekam CCTV berjumlah dua orang dengan perawakan gempal dengan tinggi badan sekitar 170 cm dengan menaiki sepeda motor Vario tanpa ada nopol. Sedangkan petasan yang dilempar pelaku ke tempat yang jarang diawasi oleh petugas penjagaan yaitu garasi rumah dan menimbulkan ledakan sebanyak 5 dentuman serta mengakibatkan satu mobil Bupati mengalami rusak.

Sementara Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan, atas kejadian tersebut pihaknya sedang mendalami CCTV baik yang berada di rumah Bupati maupun di luar jalan seperti yang berada di jalan Wisma Katak (area Kediaman Bupati), serta memeriksa sejumlah saksi atas kasus teror petasan di garasi rumah Bupati. "Untuk sementara kita sudah mendapatkan arah asal motor dan arah motor saat kabur sudah kita dapatkan, disamping itu ciri-ciri pelaku sudah kita dapatkan, namun kendaraan pelaku sedang kami telusuri," ujar Kaporles Lukman.

Masih menurut Kapolres Lukman, pihaknya bersama Satpol PP Kabupaten Kediri atas kejadian itu akan mengamankan rumah Bupati, dan memastikan rumah Kepala Daerah Kabupaten Kediri ini sampai benar-benar dalam keadaan aman dan terkendali. "Kami dari Polres Kediri, diminta atau tidak, tetap akan melakukan penjagaan bersama Satpol PP, sampai keadaan menjadi normal kembali," tandas Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono.

Dipihak lain Sutrisno Suami Bupati Kediri yang juga mantan Bupati Kediri dua periode sebelum dr. Hj. Haryanti (istrinya) menjabat Bupati Kediri periode pertama 2010-2015 dan periode kedua 2016-2021, menyayangkan peristiwa yang terjadi pada dini hari sekira pukul 03.30.WIB di garasi rumahnya. Karena selama 20 tahun sejak istri dan dirinya menjabat tidak pernah ada kasus seperti ini, tapi kenapa saat menjelang Pilkada peristiwa yang tidak bermoral ini terjadi.

"Alhamdulillah, Allah masih melindungi kami sekeluarga dalam kasus ini. Dan mengenai isi pesan ancaman, kami tidak percaya dilakukan organisasi tersebut, karena kami telah menjalin hubungan baik sejak lama dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan masyarakat di semua kalangan. Terakhir semoga Allah membukakan kebenaran atas kasus itu, sedangkan nantinya pelaku bisa tertangkap atau tidak itu menjadi domain Kepolisian," harap Sutrisno suami Bupati Haryanti.

Sedangkan nama ormas yang dicatut namanya melalui Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Taufik Dwi Kusuma menyebutkan, bahwa teror atas nama NU sungguh sangat memprihatinkan kita semua, khususnya bagi warga jam'iyah Nahdlatul Ulama. Apalagi ormas NU menentang keras tindak kekerasan ataupun teror dalam bentuk apapun dan pihaknya memastikan bentuk itu bukan sikap dari jam'iyah NU.

Apalagi NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia berperan aktif dan ikut bertanggungjawab dalam memberikan kontribusi dalam mewujudkan cita-cita keadaban bangsa dengan rumusan konsep seperti mabadi' khoiro ummat (prinsip dasar umat terbaik) yang didasarkan pada orientasi moral dengan bertumpu pada Ash-Shiddiq (kejujuran) dan al-amanah (tanggungjawab).

"Jadi kami yakin, teror itu bukan dari ormas NU, mereka sengaja membenturkan dan memaksa NU Kabupaten Kediri masuk dalam situasi politik. Dan aksi teror yang dilakukan dua orang yang tidak bertanggungjawab tersebut telah merusak perayaan HUT RI Ke-75. Karena itu kami meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi yang kurang terpuji sampai keakar-akarnya," pungkas Taufik, 17/08/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.