Header Ads

Header ADS

GUBERNUR JATIM TINJAU TIGA SEKOLAH DI NGANJUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa sejak memberlakukan uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas jenjang SMA/SMK/SMALB mulai Selasa, 18/08/2020, telah melakukan peninjauan secara langsung di beberapa sekolah di beberapa daerah dengan berbagai kawasan zona (resiko penularan Covid-19), seperti zona kuning dan zona oranye dengan sistem pembelajaran 30 persen tatap muka dan 70 persen daring (peserta didik yang ikut KBM tatap muka tidak lebih dari 25 persen dari kondisi normal dan memakai dua sesi).

Pada pekan kedua, secara khusus Gubernur Khofifah meninjau tiga sekolah di Kabupaten Nganjuk yakni, SMALB Panti Kosala Veteran Nganjuk, SMKN 1 Tanjunganom dan terakhir SMAN 2 Nganjuk, yang saat ini ditunjuk melaksanakan uji coba KBM tatap muka terbatas. Sedangkan dalam pantauannya, dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada tiga sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan sistim protokol kesehatan yang sangat ketat.

Sebab peserta didik dan tenaga pendidik tidak hanya diukur suhu tubuhnya, cuci tangan, memakai masker dan menggunakan face shield tapi ditiap bangku peserta didik juga terpasang table shield serta jaraknya juga diatur. "Di Nganjuk saya mendapatkan referensi, cara pembelajaran tatap muka yang efektif dan dapat di gunakan oleh daerah lainnya, yaitu anak tidak hanya memakai masker dan menggunakan face shield tapi meja tempat anak belajar juga diberi pembatas atau table shield," ujar Gubernur Khofifah.

Disamping itu, dengan sistem perlindungan yang berlapis-lapis, pihaknya berkeyakinan tidak akan terjadi cluster baru yaitu cluster sekolah. Karena dengan perlindungan yang berlapis tiga seperti sekolah di Kabupaten Nganjuk yaitu memakai masker, menggunakan face shield dan table shield memberikan rasa aman pada peserta didik dan tenaga pendidik dari penyebaran atau penularan virus Corona. 

Meski demikian, Gubernur Khofifah juga tetap mengingatkan kepada pihak penyelenggara pendidikan, untuk tidak menggunakan AC di ruang tertutup. Melainkan mengoptimalkan sirkulasi alami dari jendela maupun ventilasi di dalam kelas. Hal ini sebagai upaya pergerakan virus yang penularannya sangat cepat ini tidak berputar di dalam ruang tapi keluar dan sirna dialam bebas. "Meski dirasa telah aman, kita tidak boleh terlena, kita tetap harus  waspada dengan Covid-19," kata Gubernur Khofifah.

Sementara Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengatakan, dalam pelaksanaan uji coba KBM tatap muka terbatas dapat berjalan efektif diperlukan evaluasi berjenjang dan pihaknya mengusulkan dapat dilakukan selama tiga Minggu. Dan apabila dalam uji coba ini berhasil, akan berlanjut ke jenjang SMP. Dengan barometer pelaksanaan uji coba KBM tatap muka di SMALB Panti Kosala Veteran Nganjuk, SMKN 1 Tanjunganom dan SMAN 2 Nganjuk berhasil dan tidak ada cluster sekolah.

“Pertimbangannya, pada hasil evaluasi penerapan KBM tatap muka agar lebih efektif. Maka kami usulkan atau terapkan pelaksanaannya selama tiga Minggu, dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik dengan sistem pembatasan jumlah peserta didik serta kepatuhan pada protokol kesehatan. Yang terpenting jangan terlena dan tetap waspada," tandas Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di SMAN 2 Nganjuk, 24/08/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.