Header Ads

Header ADS

NGANJUK PERPANJANG 61 HARI MASA TANGGAP DARURAT COVID-19.

Nganjuk, Pojok Kiri, Masa darurat Covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih terus berlanjut. Hal ini dikarenakan angka-angka pertambahan kasus virus Corona masih terus terjadi. Melihat fenomena yang demikian Pemerintah kabupaten Nganjuk dengan tegas memperpanjang masa darurat covid-19 sebagaimana Surat Pernyataan Bupati Nganjuk No. 360/1842/411.405/2020 tentang Perpanjangan Kedua Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 selama 61 hari (2 bulan) terhitung mulai tanggal 01/08/2020 sampai 30/09/2020 dan yang seharusnya berakhir pada 31/07/2020 kemaren.

Sebagaimana yang dikatakan Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, setelah dilakukan evaluasi terkait situasi dan kondisi penyebaran virus Corona yang masih terus terjadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengambil keputusan untuk memperpanjang masa darurat. "Kami dihadapkan dengan pilihan yang sama-sama sulit, tapi kami tidak mau berspekulasi dengan keputusan yang nantinya dapat menimbulkan resiko yang tinggi. Maka dengan tegas kami memilih resiko yang paling kecil yaitu memperpanjang masa darurat Covid-19," kata Marhaen Djumadi yang juga Wakil Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nganjuk.

Masih sebagaimana yang dikatakan Marhaen Djumadi, nantinya sebelum berakhirnya penambahan masa darurat covid-19 berakhir pihaknya masih akan melakukan evaluasi terkait hal tersebut. Dan apabila penyebaran covid-19 dinilai sudah mereda atau berakhir maka masa darurat bisa dicabut. Dengan menerapkan langka selanjutnya yaitu penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Kabupaten Nganjuk. Walau demikian, masa AKB nantinya tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 agar penyebaran virus Corona benar-benar terputus dan Nganjuk menjadi kabupaten yang bersih dari Covid-19.

"Jadi, kami kembali ingatkan kalau sekarang ini di Kabupaten Nganjuk belum ada penerapan AKB, tapi yang ada masa persiapan AKB. Namun berbagai kegiatan masyarakat sudah mulai dapat dilaksanakan secara terbatas dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, termasuk persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara terbatas tingkat SMA dan SMK serta PKBL," ucap Marhaen Djumadi.

Disamping itu, ungkap Marhaen Djumadi, saat ini Pemkab Nganjuk bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk sedang melakukan pembahasan untuk penerapan mekanisme sanksi kepada warga pelanggar protokol kesehatan Covid-19 sesuai instruksi presiden dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati (Perbub). Dimana nanti akan ada empat jenis sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan covid-19, yakni sanksi teguran lisan atau tertulis, sanksi sosial (bersihkan tempat umum atau lainya), sanksi denda administrasi (denda uang), dan sanksi penutupan sementara tempat usaha.

"Dari keempat sanksi tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kondisi Kabupaten Kabupaten Nganjuk, termasuk besaran nilai denda yang akan diatur semuanya dalam Peraturan Bupati (Perbub) Nganjuk," tandas Marhaen Djumadi, 11/08/2020 via selulernya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Dr Hendriyanto mengatakan, untuk perkembangan penyebaran covid-19 dalam dua hari terakhir terjadi penambahan terkonfirmasi positif Corona di Kabupaten Nganjuk sebanyak sepuluh orang. Dengan demikian jumlah warga Kabupaten Nganjuk terkonfirmasi positip corona mencapai 228 orang, dimana sebanyak 71 orang dalam perawatan, dinyatakan sembuh sebanyak 128 orang, dan meninggal dunia sebanyak 29 orang.

"Melihat data tersebut dipastikan penyebaran covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih terus terjadi. Untuk itu kami mengimbau warga tidak terlena dengan situasi dan kondisi saat ini agar tetap memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, tidak berkumpul dan sebagainya. Hal itu merupakan langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-29," tutur Hendriyanto. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.