Header Ads

Header ADS

PENDIDIKAN TINGKAT PAUD SAMPAI SMP DI KABUPATEN NGANJUK BELUM BISA LAKUKAN PENDIDIKAN TATAP MUKA

Ilustrasi tempat pendidikan yang tampak sepi karena belum melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Nganjuk, Pojok Kiri, Dengan adanya uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terbatas jenjang sekolah tingkat atas yang mulai dilakukan pada tanggal 18/08/2020 untuk tiga sekolah yakni SMAN 2 Nganjuk, SMKN 1 Tanjunganom dan SMALB Panti Kosala Veteran Nganjuk. Tidak demikian untuk jenjang tingkat dasar dan tingkat pertama, karena Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk malah belum memperbolehkan pembelajaran tatap muka baik Negeri maupun Swasta. Pasalnya, wilayah Kabupaten Nganjuk masih masuk zona oranye penyebaran virus corona sebagaimana keputusan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda dalam surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Kepala SMP Negeri atau Swasta se-Kabupaten Nganjuk menyebutkan, untuk pembelajaran siswa SMP masih tetap dilaksanakan belajar dari rumah. Dengan demikian sampai saat ini proses kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk SMP belum boleh dilakukan dengan tatap muka.

"Kami berharap para peserta didik, orang tua didik dan para tenaga pengajar untuk tidak panik di tengah pandemi covid-19 sekarang ini, langkah Dinas Pendidikan ini senantiasa untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa dan tenaga pendidikan," kata Samsul Huda.

Untuk itu, dikatakan Samsul Huda, satuan pendidikan supaya segera menyelaraskan dokumen pembelajaran sebagaimana tertuang dalam kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran pada kurikulum 2013 pada anak Paud, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Terutama berbentuk sekolah menengah atas untuk kondisi khusus. "Kami berharap seluruh dokumen pembelajaran di sekolah agar menyesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran dimaksud," ucap Samsul Huda, 13/08/2020.

Sebelumnya Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat menjelaskan, dalam kondisi penyebaran covid-19 yang masih terjadi dipastikan Pemkab Nganjuk akan sangat hati-hati untuk memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Nganjuk. Hal itu dimaksudkan agar jangan sampai ada kluster baru covid-19 dari sekolah-sekolah.

"Makanya, kajian dan pembahasan mendalam akan dilakukan Pemkab Nganjuk bersama tim gugus tugas covid-19 untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya penularan virus corona dalam mengambil kebijakan penting yang melibatkan masyarakat banyak," tutur Novi Rahman Hidhayat. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.