Header Ads

Header ADS

PG LESTARI PATIANROWO, KESAMPINGKAN PP NO. 44 TAHUN 2015.

Nganjuk, Pojok Kiri, Pasca kecelakaan kerja di PG Lestari Patianrowo Kabupaten Nganjuk yang menimpa salah satu karyawan musiman yang terjadi hampir se-bulan lalu, pihak perusahaan ternyata baru melakukan pelaporan terjadinya kasus kecelakaan tersebut. Hal ini menandakan kurang taatnya perusahaan yang bergerak dalam penggilingan tebu (pabrik gula) dan tergabung dalam perusahaan BUMN menjalankan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagaimana yang diungkapkan Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur Subkorwil Nganjuk, Fifin Dwi Novianti, pihaknya baru menerima laporan terjadinya kasus kecelakaan kerja di Pabrik Gula pada pagi tadi (04/08/2020). Bahkan dirinya saat ditanya Kadisnaker Kabupaten Nganjuk terkait kasus tersebut, juga belum bisa memberikan jawaban pasti, karena masih harus melakukan kroscek ke lapangan atas informasi adanya kecelakaan kerja yang menimpa salah satu pekerja musimannya.

"Laporan baru kami terima tadi pagi itupun masih sebatas via WhatsApp dan saat saya tanya kenapa baru sekarang melakukan pelaporan sedangkan kejadiaannya pada 13 Juli 2020 pihak perusahaan hanya menjawab dengan jawaban klasik yaitu lupa. Hal ini telah melanggar ketentuan PP No. 44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian seharusnya pelaporan kecelakaan kerja dilaporkan dalam waktu 2 x 24 jam dari kejadian," kata Fifin di kantornya kemarin.

Meski demikian, menurut kepala pengawas Subkorwil Nganjuk Fifin, laporan awal dari manajemen PG Lestari, untuk tahapan pertama sudah dijalankan yaitu terkait prosedur penanganan yang menjadi kewajiban perusahaan. Diantaranya dengan memberikan laporkan ke BPJS Ketenagakerjaan terlebih dahulu sehingga korban kecelakaan kerja bisa langsung ditangani dan dirawat di Rumah Sakit sesuai aturan yang ada.

"Sebagaimana kewenangan kami, yaitu menunggu laporan resmi dan akan terus memantau perkembangan realisasi semua hak dari pekerja yang menjadi korban kecelakaan kerja di PG Lestari. Soal sanksi keterlambatan perusahaan memberikan laporan sesuai peraturan yang ada bukan kewenangan kami," tandas Fifin.

Sementara Humas PTPN X, Cindy mengatakan, kalau pihaknya selalu memantau dan terus melakukan koordinasi serta komunikasi dengan setiap unit usaha, baik di pabrik gula maupun di unit usaha tembakau. Termasuk salah satunya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di unit usaha tebu PG Lestari di Patianrowo Nganjuk. "Hanya itu yang bisa kami sampaikan dan untuk keterangan resminya bisa ajukan pertanyaan ke manajemen PTPN X," ujar Cindy singkat.

Sementara anggota komisi IV DPRD Nganjuk Dia Putri Aruma, menyayangkan keteledoran pihak PG Lestari yang terlambat dalam memberikan laporan ke pihak instansi terkait. Bahkan dirinya menduga pihak perusahaan memang sengaja tidak akan melaporkan kasus tersebut andai media ini, tidak memberitakan kasus kecelakaan kerja di perusahaan yang berada di bawah BUMN ini.

"Saya menduga PG Lestari bukan lupa dalam memberikan laporan, karena kasus kecelakaan kerja adalah masalah urgent yang tidak bisa ditunda, tapi pihak management seakan-akan ingin menutupi kasus tersebut, ada apa dibalik ini. Apakah kasus ini dibuat untuk ditutup karena dirasa sudah aman atau bagaimana saya masih kurang tahu, yang jelas dalam waktu dekat kami akan mengunjungi korban dan dalam waktu dekat juga akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan tersebut," kata Srikandi Gerindra Dia Putri Aruma pada media ini. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.