Header Ads

Header ADS

TIM RAJAWALI 19 BERHASIL TANGKAP GERANDONG TANPA PERLAWANAN

Nganjuk, Pojok Kiri, Kian hari penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Nganjuk semakin meningkat, hal ini tidak lepas dari posisi Nganjuk yang berada di antara tiga wilayah strategis diantara empat wilayah yang ada yaitu Jombang, Kediri, Madiun dan Bojonegoro, disamping itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, pengaruh globalisasi, arus transportasi yang sangat mudah dan maju menjadi salah satu dinamika sasaran peredaran gelap narkotika.

Disamping itu kekhawatiran masyarakat masih dipertajam dengan merebaknya peredaran barang haram tersebut disemua lapisan masyarakat termasuk di kalangan generasi muda yang menjadi salah satu tumpuan bangsa dan negara. Dimana generasi muda sudah semestinya memiliki kreatifitas yang tinggi dalam menemukan pemikiran yang inovasi dan berprestasi. Karena itu Satresnarkoba Polres Nganjuk dibawah pimpinan Iptu Pujo Santoso untuk menciptakan generasi muda yang aman, jauh dari generasi kriminal terus melakukan penutupan ditiap sendi-sendi yang dapat menciptakan ruang gerak para pelaku penyalahgunaan narkoba

Dan juga sebagai garda terdepan dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba dengan tim Rajawali 19nya terus meningkatkan kinerjanya, akibatnya tidak sedikit para pelaku kejahatan penyalahgunaan narkoba harus berhadapan dengannya seperti dua pelaku pengedar sabu Mohammad Ih Fany Asmil Aditya warga Desa Mungkung Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk yang berhasil ditangkap di dalam areal SPBU Sukomoro pada Kamis, 06/08/2020 sekira pukul 01.00 WIB dini hari.

Selanjutnya dilakukan pengembangan, dan dari pengakuan tersangka barang haram tersebut di dapat dari Purwoadi 40 tahun atau yang biasa dipanggil Gerandong warga Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang yang kemudian juga berhasil ditangkap dirumahnya di hari yang sama sekira pukul 05.00 WIB (empat jam setelah penangkapan pelaku pertama). Hal tersebut sebagaimana yang diungkap Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk pada media ini, dengan terus bekerjasama dengan semua lapisan masyarakat, pihak Satresnarkoba Polres Nganjuk pada Rabu, 05/08/2020, mendapatkan laporan akan adanya transaksi norkoba di Kecamatan Sukomoro.

"Karena tidak ingin kecolongan, tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk, langsung melakukan pengintaian dan berhasil mengamankan pelaku beserta pemasok barang haram sabu, yang mampu merusak sel sel otak dan akhirnya membunuh pemikiran cerdas pemakainya ini, tanpa ada perlawanan yang berarti dari para pelaku," ungkap Kasubag Humas Rony Yunimantara.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku pertama yaitu, 1 buah plastik klip berisi sabu seberat 0,39 gram dan barang yang telah diranjau (dipasang/ditaruk) pada tempat-tempat yang telah ditentukan seperti di gardu listrik SPBU Desa/Kecamatan Baron 1 paket sabu, di bawah box listrik 1 paket sabu, di box tiang listrik selatan SPBU 1 paket sabu serta di tiang kabel telepon di Desa kedungrejo Kecamatan Tanjunganom juga 1 paket sabu yang masing-masing paket dibungkus tisu dan dilakban hitam.

Juga barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku pertama diantaranya, 1 plastik klip berisi sabu berat kotor 13,48 gram, 23  plastik berisi pil dobel L sebanyak masing-masing 1000 butir dan 2 buah lakban hitam,  1 buah timbangan digital, 1 bendel sedotan plastik, 1 buah korek api gas dan 1 buah ponsel, sedangkan dari tangan pelaku kedua diantaranya, 1 buah plastik klip yang berisi sabu dengan berat kotor 0.30 gram, 1 buah plastik klip yang berisi sabu dengan berat kotor 0,31 gram, 1 buah plastik klip yang berisi sabu dengan berat kotor 0,27 gram, 1 buah plastik klip yang berisi sabu ditimbang beserta pembungkusnya dengan berat kotor 0,27  gram, 1 plastik klip berisi 2 ½  butir pil ekstasi warna hijau, 3 bendel plastik klip kecil, yang dimasukkan kedalam dompet perhiasan motif bunga, 1 bendel plastik klip, dan 1 buah ponsel.

"Dari pengakuan pelaku pertama, barang sabu yang ada di saku celananya akan diserahkan kepada seseorang warga Sukomoro (DPO) sedangkan dari pengakuan pelaku kedua, barang haram yang dimilikinya berasal dari seseorang warga Mojokerto (DPO) ( kedua DPO sengaja tidak disebutkan namanya untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut). Sedangkan para pelaku dikenakan pasal 114 ayat, (1) dan (2) Sub pasal 112 ayat (1) dan (2) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 197 Jo pasal 196 UURI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan," tandas Kasubag Humas Polres Nganjuk Iptu Rony Yunimantara, 07/08/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.