Header Ads

Header ADS

KABUPATEN NGANJUK KEMBALIKAN DANA REFOCUSING RP 94 MILYAR KE KAS DAERAH

Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi dan Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahtjono

Nganjuk, Pojok Kiri, Rencana kebutuhan anggaran Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, sampai akhir tahun (bulan Desember) 2020 sebesar Rp 179 milyar sedangkan dana refocusing percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk sebesar Rp 273 milyar. Dan penyerapan sampai bulan Agustus baru sekitar Rp 77 milyar (sekitar 43 persen dari kebutuhan keseluruhan percepatan penanganan Covid-19 tahun anggaran 2020)

Sisa dari kebutuhan anggaran refocusing APBD 2020 sekitar Rp 94 milyar oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk, dikembalikan ke kas daerah untuk kepentingan lainnya, seperti melanjutkan pembangunan di Kabupaten Nganjuk.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, pengembalian tersebut setelah pihaknya melakukan kajian dan penghitungan anggaran percepatan penanganan Covid-19 sampai akhir tahun anggaran 2020 dan terjadi surplus.

"Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengembalikan sebagian dana persiapan penanganan Covid-19 ke kas daerah, untuk bisa dimanfaatkan program lain dan agar tidak terjadi SILPA (red. Sisa Lebih Pemakaian Anggaran)," kata Marhaen Djumadi.

Masih menurut Marhaen Djumadi, anggaran yang terserap dari dana refocusing APBD 2020 untuk penanganan covid-19 baru sebesar Rp. 77 milyar dan telah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan penanganan warga positif Covid-19 dan dampak dari pandemi virus Corona.

Seperti anggaran penanganan medis hingga pemberian bantuan sosial untuk warga terdampak covid-19. Sedangkan kebutuhan untuk percepatan penanganan Covid-19 masih diperkirakan sampai bulan Desember. Ini setelah perkembangan positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk sampai saat ini masih terus meningkat.

Karena itu Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak mengembalikan sisa anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19 semuanya ke Kas Daerah. Melainkan masih menyisakan anggaran refocusing untuk penanganan covid-19 sesuai yang dibutuhkan. "Maka dari itu, anggaran penanganan covid-19 dari refocusing APBD masih disediakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam penanganan covid-19," ucap Marhaen Djumadi.

Dengan masih mengalami peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus berupaya semaksimal mungkin, untuk melakukan berbagai program pencegahan dan penanganan. Termasuk penerapan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, DPRD Nganjuk bisa menerima pengembalian sebagian anggaran refocusing untuk penanganan covid-19 ke kas daerah. Dengan demikian anggaran tersebut bisa digunakan untuk membiayai program pembangunan di Kabupaten Nganjuk.

"Meski demikian, kami akan tetap meminta Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengimplementasikan penggunaan anggaran refocusing penanganan Covid-19 dengan baik, tepat sasaran dan transparan. Agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," pungkas Tatit Heru Tjahjono Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, 08/09/2020. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.