Header Ads

Header ADS

PAGUBAN PEDAGANG PASAR SUKOMORO TOLAK "KAMI" UNTUK KONDUSIFITAS

Nganjuk, Pojok Kiri, Pendirian Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang di deklarasikan pada 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi banyak menuai protes dan penolakan warga. Salah satunya para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Sayur Sukomoro (PPSS), yang dengan tegas menolak organisasi tersebut berdiri atau menyelenggarakan kegiatan apapun di bumi Anjuk Ladang.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan Ketua Koordinator PPSS Santoso, pada media ini, pihaknya menilai pendirian KAMI hanya untuk memprovokasi masyarakat dan dapat memecah belah bangsa dengan cara membenci pemerintahan yang sah. Karena itu untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Nganjuk dan tidak dijadikan kepentingan politik apapun oleh organisasi manapun yang ingin Indonesia tercerai-berai.

"Dilihat dari tokoh-tokoh yang mendeklarikan KAMI, adalah kelompok yang diduga kuat berisikan barisan sakit hati terhadap pemerintahan Jokowi. Jadi kita menilai organisasi tersebut sarat kepentingan," kata Santoso.

Masih kata Santoso, kalau pendirian KAMI mengacu pada Pemilihan Presiden yang sudah menetapkan Joko Widodo sebagai Presiden dan Makruf Amin sebagai Wakil Presiden sebagaimana pilihan rakyat, sudah semestinya kita dukung pemerintahan ini, dengan menciptakan kerukunan demi terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sudah seharusnya kita bersatu, walau berbeda ras, suku, agama dan apalagi hanya perbedaan pendapat. Janganlah kita buat narasi kepanikan dan ikut larut dalam perpecahan bangsa.  Mari kita jaga keamanan dan keutuhan bangsa Indonesia dari orang-orang yang tidak ingin melihat dan mendengar kalau Negara Indonesia adalah bangsa yang besar dan berdaulat," ujar Santoso lagi.

Karena itu Santoso mengajak semua elemen masyarakat untuk menolak organisasi-organisasi yang berkedok untuk kepentingan rakyat dan kenyataannya hanya untuk menciptakan perpecahan yang akhirnya mengganggu kondusifitas keamanan dan kenyamanan masyarakat sendiri. "Jangan biarkan kelompok tersebut berkibar karena bisa membahayakan keutuhan NKRI," jelasnya lagi.

Bahkan Santoso juga menegaskan, untuk mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19 agar perekonomian masyarakat tidak terlalu dalam terperosok dalam jurang kemiskinan. "Kepada tokoh-tokoh daerah hingga tokoh nasional untuk bersatu melawan virus Corona yang telah merubah kebiasaan bersosial kita. Bukan malah kita berseteru, untuk mendapatkan sebuah roti untuk dibagikan pada kelompok kecilnya," tandas Santoso diplomatis, 12/09/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.