Header Ads

Header ADS

TERTIBKAN PARA PEDAGANG KAKI LIMA, SATPOL PP KEMBALIKAN FUNGSI TROTOAR

Nganjuk, Pojok Kiri, Disinyalir telah merugikan dan merampas hak pejalan kaki, para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di trotoar Jalan Abdul Rahman Saleh Nganjuk ditertibkan oleh Satpol PP Pemerintah Kabupaten Nganjuk dengan melakukan upaya pendekatan (teguran) terhadap PKL mulai dari simpang tiga sampai dengan kawasan RS Bhayangkara Nganjuk.
Kasatpol PP Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Drs Abdul Wakid mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki. karena lahan trotoar merupakan hak pejalan kaki. namun, selama ini sudah beralih fungsi menjadi lapak para pedagang. Awal, pihaknya melakukan upaya persuasif kepada para PKL dan pemilik toko serta warung yang mempergunakan trotoar sebagai tempat berjualan, untuk melakukan pembongkaran sendiri dan tidak berjualan lagi secara permanen di areal khusus pejalan kaki.
"Untuk awal, kami mulai dari simpang tiga Jalan Abdul Rahman Saleh, karena di sina banyak pedagang yang berjualan di atas trotoar, seperti pedagang buah, pedagang kartu ponsel, dan sebagainya, dan karena telah mengganggu kenyamanan para pejalan kaki, makanya harus ditertibkan  agar berfungsi sebagaimana peruntukkannya," kata Abdul Wakid.
Masih lanjut Abdul Wakid, selain penertiban pedagang, pihaknya juga menegur para pemilik toko yang menaruh dagangannya hingga berada di atas jalur trotoar, agar membersihkan dagangannya dan tidak lagi menggunakan tempat para pejalan kaki (sarana publik) sebagai lokasi mendirikan lapak, sebab trotoar bukan tempat untuk berjualan.

"Sebab itu pihak Satpol PP  melakukan penertiban. Apalagi kehadiran para pedagang selama ini menyebabkan terganggunya kelancaran arus lalu lintas, sehingga mengganggu kenyamanan dan ketenangan masyarakat pengguna jalan. Tadi kita juga menegur sejumlah pemilik toko yang menaruh barang dagangannya di atas trotoar," tambah Abdul Wakid.
Sementara, salah seorang pedagang, yang sering menggunakan trotoar untuk sarana berjualan, Romli mengatakan, dirinya terpaksa berjualan di area trotoar karena bingung mencari tempat usaha lagi. Namun dirinya mengaku siap jika tempat dagangannya harus dipindahkan. "Kita berjualan disini terpaksa, karena bingung juga mau berjualan dimana, kalau disini kan ramai banyak yang lewat," katanya singkat. 
Sedangkan kegiatan penertiban yang dilakukan Satpol PP, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dipimpin oleh Kasi Tibum, Sutikno, SH dan berjalan dengan lancar. Sebab, para pedagang  sebelumnya telah mendapat  peringatan yang isinya tentang larangan berjualan diatas trotoar dan apabila ada bangunan diatasnya untuk dilakukan pembongkaran sendiri oleh masing-msing pemilik lapak. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.