Header Ads

Header ADS

NGANJUK AKAN PERSOLEK DIRI ALA MALIOBORO


Pohon di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kabupaten Nganjuk, ditebangi untuk merubah wajah kota layaknya Malioboro di Yogyakarta

Nganjuk, Pojok Kiri, Keseriusan Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam mempercantik wajah kota dengan tujuan menumbuhkan perekonomian rakyat dari sektor wisata, kini mulai tampak dari adanya pembangunan infrastruktur Jalan Ahmad Yani (jalan poros yang menghubungkan Alun-alun kota dengan Taman Nyawiji) dengan menelan anggaran sebesar Rp 9 milyar.

Disamping itu tujuan lainnya sebagaimana yang disampaikan Suharono Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Nganjuk mengatakan, pembangunan tersebut mempunyai tiga tujuan dasar, yaitu, pertama, mewujudkan visi dan misi Bupati Nganjuk dalam pengelolaan tata kota, kedua disamping sebagai pusat kota juga sebagai pusat perdagangan, terakhir atau ketiga adalah pembagunan psikologis masyarakat.

“Dampak dari pandemi Covid-19, banyak merubah pola hidup terlebih penurunan tingkat perekonomian masyarakat. Karenanya untuk menumbuh kembangkan dan mengembalikan gairah masyarakat, pemerintah membangun ini, agar saat pemanfaatan besuk dapat mengembalikan perekonomian yang saat ini turun," jelas Suharono, 16/10/2020.

Hal yang sama juga disampaikan Marhaen Djumadi Wakil Bupati Nganjuk, pemerintah saat ini, mulai melakukan pengelolaan tata kota untuk menaikkan nilai ekonomi masyarakat, dengan menjadikan Jalan Ahmad Yani sebagai ikon kota Nganjuk, sebagaimana Jalan Malioboro di Yogyakarta.

 ”Sudah diwacanakan untuk segera mendapatkan sentuhan renovasi agar secepatnya wajah kota Nganjuk menjadi kian cantik dan ekonomi masyarakat kian naik," kata Kang Marhaen sebagaimana sapaan akrab Wakil Bupati Nganjuk pada media ini.

Masih lanjut Kang Marhaen, kawasan Jalan Ahmad Yani nantinya juga akan dilengkapi dengan trotoar dengan lebar 3,5 meter dan dipasang tempat duduk, lampu serta guiding block untuk tuna netra.

Sedangkan konsekuensi dari penataan tersebut, yaitu pemotongan pohon di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan dinilai telah cukup tua serta dianggap tidak mendukung keindahan kota. Selain itu untuk tidak mengurangi keindahannya juga dibuat gorong–gorong saluran air baru, agar saat curah hujan tinggi tidak terjadi banjir.

“Itu semua dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk agar wajah kota menjadi lebih cantik, fres dan lebih maju. Kalau tidak dibangun mulai sekarang, kapan lagi akan ada perubahan di ibu Kota ini. Terakhir, kami tentunya berharap, dukungan masyarakat untuk melakukan perubahan menjadi Nganjuk lebih baik dan maju, masyarakat sejahtera,” tandas Kang Marhaen. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.